Dewan Pers Dorong Jurnalis Ikut UKW Hingga Tingkat Tertinggi

Tags

, ,

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO — Dewan Pers mendorong jurnalis untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan sungguh-sungguh hingga mencapai tingkatan tertinggi. Komisioner Dewan Pers Asep Setiawan mengatakan, langkah itu dilakukan jika jurnalis telah memutuskan profesi tersebut sebagai karier.

“Kalau kita memutuskan ini memang karier kita, jurnalistik, ini salah satu referensi buat kita melakukan UKW, kita harus sungguh-sungguh terus sampai mencapai tingkatan tertinggi. Kalau di jurnalistik itu adalah pilihan hidup, bukan sampingan, oleh karena itu dengan adanya UKW, maka kita menjajal dan menguji diri sendiri,” kata Asep di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (30/10).

Dia mengatakan, UKW juga sebagai upaya menyebarkan profesionalisme jurnalis. Sehingga jika sudah memilih jurnalistik sebagai karier maka capailah setinggi-tingginya. “Sebab kalau tidak ada kompetensi, kita sulit juga menghubungi narasumber. Kan ada uji menghubungi narasumber ya,” kata Asep.

Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers itu mencontohkan, sejumlah pejabat di tingkat nasional maupun regional yang menjadi narasumber jurnalis. Sehingga komunikasi dan jaringan harus terus ditingkatkan. Asep juga mengingatkan para jurnalis untuk terus memperjuangkan karya jurnalistik.

Karena hal itu penting serta menjadi bagian dari menegakkan dan menyuguhkan demokrasi di Indonesia. Asep hadir di kegiatan UKW di Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan Dewan Pers bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dibantu PWI Kabupaten Banyumas selama dua hari, Jumat (29/10) hingga Sabtu (30/10).

Sumber: https://republika.co.id/berita/r1s3kw484/dewan-pers-dorong-jurnalis-ikut-ukw-hingga-tingkat-tertinggi. 30 Oktober 2021

Tags

, ,

Peran Diplomasi Multilateral Indonesia dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Asep Setiawan

asepsetia@gmail.com

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Abstrak

Pandemi COVID-19 telah mendorong berbagai negara bekerjasama menangani wabah ini karena telah menjalar ke hampir 200 negara dan teritori di dunia. Penelitian ini  bertujuan untuk mengkaji peran diplomasi multilateral yang dilakukan Indonesia dalam menghadapi lingkungan global dimana pandemi COVID-19 terjadi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif memanfaatkan data dari laporan berbagai lembaga dan berbagai dokumen. Temuan penelitian adalah, Indonesia menempuh diplomasi jalur multilateral di forum-forum global sebagai bagian dalam upaya memberikan kontribusi kepada tata kelola kesehatan global. Selain itu, diplomasi multilateral menjadi instrumen dalam mendapatkan vaksin melalui fasilitas COVAX. Diplomasi multilateral Indonesia juga menjadi instrumen dalam menangani dampak COVID-19 di tingkat nasional.

Kata kunci : diplomasi, multilateral, pandemi, COVID-19, global, kesehatan

Abstract

The COVID-19 pandemic has prompted countries to work together to deal with the outbreak as it has spread to nearly 200 countries and territories around the world. This research aims to examine the role of multilateral diplomacy conducted by Indonesia in dealing with the global environment in which the COVID-19 pandemic occurred. Research is conducted with a qualitative approach utilizing data from the reports of various institutions and various documents. The study’s findings are that Indonesia pursues multilateral diplomacy in global forums as part of efforts to contribute to global health governance. In addition, multilateral diplomacy becomes an instrument in obtaining vaccines through the COVAX facility. Indonesia’s multilateral diplomacy is also an instrument in dealing with the impact of COVID-19 at the national level.

Keywords: diplomacy, multilateral, pandemic, COVID-19, global, health

Hubungan Internasional di Asia Timur

Tags

, , , ,

Buku baru telah terbit yang akan menghantarkan Anda memahami bagaimana situasi kontemporer di kawasan ini serta bagaimana dinamikanya baik secara konseptual dan secara tematik.

Asia Timur merupakan kawasan penting di dunia karena pada dua dasa warsa terakhir melahirkan negara besar seperti China. Kawasan ini juga menjadi wadah bagi sub-kawasan yang tidak kurang pentingnya dalam Hubungan Internasional di Asia Timur yakni Asia Tenggara. Buku ini mencoba menjelaskan bagaimana pendekatan konseptual dalam memahami Hubungan Internasional di Asia Timur. Kemudian sejumlah bagian dari buku ini menjelaskan isu-isu penting Hubungan Internasional di Asia Timur mulai dari isu-isu keamanan tradisional seperti persaingan militer dan sengketa perbatasan terutama di Laut China Selatan. Buku ini juga menyentuh isu penting dampak globalisasi ekonomi di kawasan Asia Timur dan isu-isu keamanan non tradisional seperti terorisme, perdagangan manusia termasuk ancaman COVID-19.

Untuk pemesanan gampang saja di era sekarang ini tinggal klik :

Penerbit Buku Leutikaprio